Cerita Murid Terobos Kegelapan Kupang NTT Demi Masuk Sekolah Pagi Buta -

Cerita Murid Terobos Kegelapan Kupang NTT Demi Masuk Sekolah Pagi Buta - Dua siswi SMA berjalan masuk sekolah di Kupang NTT pada Rabu dini hari Wita (1/3/2022).

Nusa Tenggara Timur (NTT) jadi sorotan imbas kebijakan yang berawal dari permintaan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat agar murid-murid masuk sekolah mulai pagi buta.

Viktor menyatakan tidak akan mundur dari wacana tersebut lantaran menurutnya kebijakan itu merupakan salah satu upaya 'memperbaiki' SDM di NTT.

Belakangan dinas setempat mengevaluasi jam masuk sekolah dari pukul 05.00 jadi 05.30 Wita, dan baru diterapkan di sepuluh SMA/SMK negeri di Kupang--ibu kota provinsi NTT.

Berbagai cerita diungkapkan para siswa Kupang yang duduk di bangku kelas XII SMA atas pemberlakuan jadwal masuk sekolah di pagi buta itu beberapa hari terakhir.

Mulai dari pergi sekolah di suasana gelap dengan rasa khawatir yang sangat tinggi hingga harus berangkat ke sekolah tanpa sarapan.

Beberapa siswa pun sangat keberatan dengan pemberlakuan jam masuk sekolah tersebut, dan hanya terpaksa mengikuti aturan tersebut.

Salah satu murid yang keberatan adalah Desi Dopong Tonung, siswa kelas XII jurusan IPA SMA Negeri 1 Kota Kupang. Ia mengaku bisa memafhumi pemerintah daerah ingin memajukan pendidikan di NTT dan mendorong anak-anak di bumi Flobamora itu bisa masuk perguruan tinggi bergengsi di Indonesia.

Namun, dia menilai cara dengan memerintahkan para murid masuk di pagi buta itu tak tepat.

"Kalau untuk tujuannya sih setuju kalau untuk maksudnya membawa NTT masuk peringkat nasional di Indonesia, namun untuk pelaksanaan di jam 5.30 pagi sangat tidak setuju," kata Desi saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (2/3).

Menurutnya jam masuk sekolah 5.30 yang lebih dulu dibandingkan matahari terbit itu sangat mengganggu aktivitas lain sebagai siswa juga sebagai anak yang masih tumbuh kembang. Ia mencontohkan jam istirahat, yang terpaksa harus bangun lebih awal untuk bersiap dan berangkat ke sekolah.

Belum lagi dengan masalah transportasi di pagi hari yang sangat susah saat akan berangkat ke sekolah.

"Itu kurang efektif, apalagi sebagai siswa di malam hari waktu tidur semua siswa sama di bawah jam 10 (malam). Karena bisa saja ada siswa yang memilik aktivitas malam hari seperti kegiatan di gereja dan lain-lain," tutur Desi.

Selain itu ada pula kegiatan lain di luar sekolah yang dilakukan sejumlah murid seperti dirinya. Desi mencontohkan dia dan beberapa temannya sedang mempersiapkan diri untuk Ujian Berbasis Komputer sehingga mereka mengikuti belajar daring di beberapa aplikasi.

Dan, sambungnya, aplikasi belajar daring tersebut ada fitur live class yang bisa dilakukan hingga larut hingga terkadang memaksa mereka baru bisa tidur di atas pukul 22.00 Wita bahkan sampai tengah malam.

"Jika sudah tidur di atas jam 12 (malam), lalu harus bangun pagi jam 4 mempersiapkan ini itu, itu sangat kurang efektif untuk otak kita menerima pelajaran di sekolah saat pagi," keluh Desi.


Sumber berita : https://www.cnnindonesia.com/nasional/20230303121030-20-920297/cerita-murid-terobos-kegelapan-kupang-ntt-demi-masuk-sekolah-pagi-buta

Comments

Popular posts from this blog

Disebut jual diri oleh fans Lesti Kejora, Dewi Persik meradang dan siapkan uang Rp100 juta demi cari ibu ini

Tangisan Indra Bekti Usai Digugat Cerai Aldila Jelita

Orang Tua Bakal Menua di Bui, Putri Sulung Ferdy Sambo: Yang di Luar Penjara Lebih Jahat