Takut Terlambat Masuk Jam 5 Pagi, Siswa SMA di NTT ini Bela-belain Berangkat ke Sekolah Naik Kuda
Takut Terlambat Masuk Jam 5 Pagi, Siswa SMA di NTT ini Bela-belain Berangkat ke Sekolah Naik Kuda - Peraturan tentang siswa SMA di NTT yang wajib masuk pukul 05.00 WITA menimbulkan pro dan kontra.
Banyak pihak yang menyayangkan peraturan siswa SMA di NTT yang wajib masuk pukul 05.00 WITA tersebut, namun ada pula beberapa yang menyetujuinya.
Di balik hebohnya pro dan kontra tersebut, ada kisah tentang siswa SMA di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berangkat sekolah naik kuda agar tak terlambat sekolah.
Hal tak biasa itu dilakukan Rio Jonatan Adu, siswa SMAN 1 Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, NTT.
Rio menempuh perjalanan delapan kilometer dari rumah ke sekolahnya dengan menunggangi kuda.
Lantas benarkah Rio bela-belain naik kuda agar tak terlambat masuk sekolah jam 5 pagi?
Hari itu, Kamis (2/3/2023) pagi, saat Rio hendak berangkat ke sekolah, sepeda motor yang biasanya ia gunakan, tiba-tiba mogok.
Tanpa berpikir panjang, karena ingin berangkat sekolah, ia kemudian mengambil salah satu kuda peliharaan keluarganya di padang rumput.
Saat itu, kata Rio, ayah dan ibunya sudah tidak berada di rumah karena keduanya sudah berangkat ke sawah.
"Waktu itu, saya start motor tidak hidup, motor sudah mogok dan tanpa berpikir panjang, saya pergi ambil kuda di padang."
"Saat itu pula bapak dan mama sudah pergi ke sawah," ujar Rio kepada Kupang.tribunnews.com, Sabtu (4/3/2023).
Menurut Rio, apapun tantangannya, dirinya harus pergi ke sekolah untuk menimba ilmu pengetahuan.
"Saya sekarang sudah kelas 3 SMA, saya harus pergi ke sekolah untuk dapat pelajaran dan mempersiapkan diri mengikuti ujian akhir, meski banyak tantangan yang saya hadapi," tegasnya.
Setibanya di sekolah, Rio justru mendapatkan apresiasi dari kepala sekolahnya karena datang membawa kuda.
"Saya sampai di sekolah, bapak kepala sekolah tanya saya kenapa bawa kuda, saya jawab, 'Saya takut terlambat, Bapak,'" ungkapnya.
Saat itu, Rio hendak mengikat kudanya di halaman sekolah, namun tidak ada tempat yang cocok.
"Karena ada padang rumput dan pohon di depan sekolah, saya memilih untuk ikat di situ. Dan bapak kepala sekolah beri tahu sekuriti untuk menjaga kuda saya," pungkasnya.
Rio tidak hanya terampil menunggang kuda, saat pulang sekolah, ia membantu ayah dan ibunya menanam padi dan menjaga ladang sawah mereka.
"Kalau saya pulang sekolah, saya bantu bapak dan mama jaga sawah," ucapnya.
Untuk diketahui, Rio juga mewarisi talenta ayahnya sebagai seorang joki kuda dalam pacuan kuda Hus (gelaran budaya pacuan kuda indah orang Rote).
Sebelumnya Kompas.TV memberitakan, seorang siswa SMAN 1 Rote Barat Daya bernama Rio Jonatan Adu menunggang kuda untuk berangkat ke sekolah karena sepeda motor miliknya mogok.
Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 1 Rote Baratdaya, Adi Adu, mengatakan aksi siswanya menunggang kuda ke sekolah tersebut tidak ada kaitannya dengan kebijakan masuk sekolah jam 5 pagi.
"Hal ini juga tidak ada kaitannya dengan kebijakan yang mengharuskan siswa datang ke sekolah jam 5 pagi."
"Itu di Kupang bukan di Rote," tutur Adi, Jumat (3/3/2023).
Menurut Adi, tindakan Rio tersebut merupakan tindakan inspiratif untuk siswa yang lain yang menimba ilmu pengetahuan.
"Aksi siswa kelas XII MIPA atas nama Rio Jonatan Adu, sangat menginspirasi teman-temannya, apapun tantangannya, pendidikanlah yang utama demi meraih cita-cita," kata dia.
Ia menjelaskan, aksi Rio menunggang kuda ke sekolah tersebut terjadi pada Kamis (2/3/2023).
Awalnya Adi menerima laporan dari pihak sekuriti sekolah bahwa ada murid berkuda.
"Saya kaget, saya pergi ke pos depan dan memang betul siswa atas nama Rio Jonatan Adu tunggang kudanya ke sekolah," ucapnya.
Menurut Adi, waktu itu, Rio berniat mengikat kudanya di dalam sekolah, tapi tidak bisa karena sekolah tidak memiliki lokasi penambatan kuda.
Sebelumnya Kompas.TV memberitakan, seorang siswa SMAN 1 Rote Barat Daya bernama Rio Jonatan Adu menunggang kuda untuk berangkat ke sekolah karena sepeda motor miliknya mogok.
Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 1 Rote Baratdaya, Adi Adu, mengatakan aksi siswanya menunggang kuda ke sekolah tersebut tidak ada kaitannya dengan kebijakan masuk sekolah jam 5 pagi.
"Hal ini juga tidak ada kaitannya dengan kebijakan yang mengharuskan siswa datang ke sekolah jam 5 pagi."
"Itu di Kupang bukan di Rote," tutur Adi, Jumat (3/3/2023).
Menurut Adi, tindakan Rio tersebut merupakan tindakan inspiratif untuk siswa yang lain yang menimba ilmu pengetahuan.
"Aksi siswa kelas XII MIPA atas nama Rio Jonatan Adu, sangat menginspirasi teman-temannya, apapun tantangannya, pendidikanlah yang utama demi meraih cita-cita," kata dia.
Ia menjelaskan, aksi Rio menunggang kuda ke sekolah tersebut terjadi pada Kamis (2/3/2023).
Awalnya Adi menerima laporan dari pihak sekuriti sekolah bahwa ada murid berkuda.
"Saya kaget, saya pergi ke pos depan dan memang betul siswa atas nama Rio Jonatan Adu tunggang kudanya ke sekolah," ucapnya.
Menurut Adi, waktu itu, Rio berniat mengikat kudanya di dalam sekolah, tapi tidak bisa karena sekolah tidak memiliki lokasi penambatan kuda.
"Kemudian saya suruh Rio untuk ikat kudanya di padang depan sekolah. Saya perintahkan sekuriti untuk lihat kudanya," terang Adi.
Sebelumnya, viral di media sosial aturan sekolah terunik direncakan akan dilakukan bagi siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Para siswa ini wajib masuk atau tiba di sekolah pukul 05.00 WITA.
Normalnya, siswa masuk sekolah antara pukul 06.30 atau 07.00 waktu setempat.

Comments
Post a Comment